New Normal, Hati-hati dengan Udara Kotor di Sekitar!

May 17, 2020

New normal membuat kita harus beradaptasi terutama dalam hal gaya hidup. New normal dalam masa pandemi membuat kita harus lebih waspada terhadap udara di sekitar. Penyebab pencemaran udara kerap ditemukan di sekitar. Udara kotor yang terdiri dari partikel asing seperti alergen, asap, dan polusi udara kerap dirasakan banyak orang yang tinggal di daerah perkotaan. Berdirinya pabrik-pabrik besar, banyaknya kendaraan bermotor, asap rokok, membuat udara di kota besar semakin tercemar.

Hal ini tentu berpengaruh pada kualitas udara yang kita hirup ya, Quixx friends. Kalau dulu saat masa awal #dirumahaja, kualitas udara di Jakarta menjadi lebih  bersih sejak  28 tahun yang lalu[1] Nah, bagaimana dengan kondisi new normal sekarang yang membuat kita harus beraktivitas di luar lagi? Ini dia yang harus kamu waspadai di udara sekarang ini.

Polusi Kendaraan Bermotor

Suasana kota identik dengan banyak kendaraan bermotor yang lalu lalang. Asap kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar bagi penyebab pencemaran udara. Dilansir dari Liputan6, Jakarta merupakan penyumbang terbesar penyebab pencemaran udara melalui kendaraan bermotor. Hal ini dikarenakan populasi penduduk Jakarta begitu banyak. Jika terpapar polusi udara akibat asap kendaraan, kebanyakan orang akan mengalami gangguan pernapasan. Dampaknya bisa bermacam-macam, mulai dari menurunya kadar oksigen dalam tubuh hingga kerusakan saluran pernapasan. [2]

Asap Rokok

Salah satu penyebab pencemaran udara yang kerap ditemui yaitu asap rokok. Meski kadang disepelekan, tetapi kebiasaan merokok dapat berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain. Bahkan, orang yang tidak merokok pun dapat terkena dampak yang sangat buruk ketika berada di dekat seorang perokok.

Asap Pabrik

Asap pabrik merupakan salah satu penyebab pencemaran udara. Terlebih jika asap pabrik dikeluarkan dalam jumlah dan kuantitas yang banyak sekaligus. Biasanya, asap pabrik dibuang melalui cerobong asap yang sangat besar. Selain menyebabkan pencemaran udara, asap pabrik juga dapat memicu hujan asam.

Limbah Rumah Tangga

Beberapa orang kerap mengabaikan limbah rumah tangga di rumahnya. Padahal, limbah rumah tangga merupakan salah satu penyebab pencemaran udara.
Beberapa kegiatan seperti membakar sampah, mengecat rumah dan penggunaan beberapa alat rumah tangga lainnya menjadi penyabab pencemaran udara sekitar. Membakar sampah kerap dianggap efektif untuk menghilangkan sampah.
Tetapi, kenyataannya membakar sampah justru berbahaya. Hal ini dikarenakan sampah-sampah yang dibakar tentu mengandung bahan kimia berbahaya. Saat sampah-sampah tersebut dibakar, asapnya akan menyebar dan mencemari udara sekitar.[3]

Nah, maka dari itu kita harus selalu waspada ya, Quixx friends! Jangan sampai gejala alergi duluan yang menghampiri kita. Kamu bisa mencegah alergen serta partikel udara kotor lain ke tubuhmu dengan QUIXX lho! QUIXX Nasal Protection adalah produk semprot hidung dari Inggris yang kini hadir di Indonesia. QUIXX berbentuk bubuk sehingga nyaman dipakai. Bubuk QUIXX dalam hidung akan berubah bentuk menjadi gel mukosa yang mencegah polusi, bakteri, virus dan udara kotor “terperangkap” di lini awal sehingga tidak masuk dalam napas dan tubuhmu. Terbuat dari bahan alami dan teruji klinis. Cukup shake & pinch sebentar selama 2 (dua) menit, QUIXX lindungi napas selama 6-8 jam dalam sekali pakai! Pakai QUIXX sebelum beraktivitas baik di luar maupun dalam ruangan agar napas dan tubuhmu terlindungi selalu dari udara kotor.


[1] https://www.mongabay.co.id/2020/04/06/setelah-28-tahun-kualitas-udara-di-jakarta-membaik/

[2] https://www.halodoc.com/artikel/4-pengaruh-polusi-udara-pada-kesehatan#:~:text=Jika%20terpapar%20polusi%20udara%20akibat,asma%20dan%20kanker%20paru%2Dparu.

[3] https://www.merdeka.com/trending/penyebab-pencemaran-udara-dan-5-cara-mengatasinya-kln.html

RELATED ARTICLES

Masker Sekali Pakai, Sumber Ut... January 29, 2021
Selain Covid-19, Waspada Penya... January 22, 2021
Tidak Mudah Kena Flu di Musim ... January 15, 2021
Pentingnya Jaga Jarak untuk Ce... January 8, 2021