Masker Sekali Pakai, Sumber Utama Pencemaran Lingkungan Kini?

January 29, 2021

Di masa pandemi ini, selain pencegahan penyebaran covid-19 yang mengharuskan pemakaian masker, di balik itu, perlu kita perhatikan juga kalau masker sekali pakai kian menjadi sumber utama pencemaran lingkungan, loh. Permasalahan limbah medis dari masker sekali pakai dan APD menjadi salah satu problematika yang menunggu kita setelah selesainya pandemi nanti.

Pada awal pandemi masker kain kerap digunakan oleh masyarakat, namun seiring waktu sepertinya masker sekali pakai kembali diminati banyak orang. Berdasarkan data observasi dan proyeksi Bappenas: produksi limbah medis naik hingga 400% dibanding kondisi sebelum pandemi Covid-19. Limbah media yang bertambah di masa pandemi terdiri dari masker sekali pakai dan alat pelindung diri (APD). 

Hati-hati, limbah masker sekali pakai sumber pencemaran lingkungan di masa pandemi itu telah menjadi kecemasan bagi para pemerhati lingkungan terutama. Beberapa jenis masker sekali pakai punya kandungan plastik. Plastik ini sebagian besar terbuang ke laut dan mengancam ekosistem perairan. Lalu, beberapa jenis masker sekali pakai mengandung bahan kimia bersifat karsinogenik, ada yang memiliki bahan aditif, tahan air, hingga UV stabilizer. Seluruh bahan ini berbahaya jika terpapar ke lingkungan, limbah ini dapat disalah gunakan dan menimbulkan penyebaran penyakit.

Namun muncul pertanyaan bahwa bukankah masker medis sekali pakai adalah masker paling efektif untuk mencegah penularan? Nah, berdasarkan anjuran WHO yang diperbarui 1 Desember 2020, masker kain-lah yang direkomendasikan untuk digunakan masyarakat umum yang berusia di bawah 60 tahun, atau untuk siapa saja yang tidak memiliki masalah kesehatan.

Anjuran WHO tentang pengguna masker medis meliputi:

  1. Tenaga kesehatan
  2. Orang dengan gejala ringan, seperti nyeri sendi, kelelahan, batuk, atau sakit tenggorokan
  3. Orang yang menunggu hasil tes atau yang sudah mendapat hasil tes positif Covid-19
  4. Orang yang merawat orang lain di luar faskes, yang merupakan suspect Covid-19
  5. Orang yang berusia di atas 60 tahun
  6. Orang dari segala usia dengan gangguan kesehatan, seperti penyakit imun, diabetes, penyakit pernapasan kronis, obesitas, dan kanker.

Sampai sekarang, WHO tetap menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker kain dengan kualitas baik, yaitu minimal 3 lapis berbeda. Jika tidak dalam kategori tertentu yang direkomendasikan oleh WHO, tetaplah gunakan masker kain.

Bumi kita masih belum terlepas dari pandemi nih guys, Yuk kita bantu dengan memakai masker kain dibanding masker medis. Pakai masker kain dari SOVLO dan semprot QUIXX sebelumnya untuk proteksi extra. Manfaatkan promo bundlenya di Tokopedia di sini, selama persediaan masih berlaku.

Sumber: https://www.instagram.com/p/CKdwjElgqvP/