Pakai Masker Saja Saat Motoran Tidak Cukup Melindungi Dari Bahaya Polusi

February 26, 2021

Menjadi perlengkapan wajib saat ini, masker harus selalu digunakan masyarakat saat berada di luar rumah, tak terkecuali saat berkendara. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus Covid-19. Bagi pengendara motor, selain melindungi diri dari virus, masker juga digunakan untuk melindungi diri dari debu dan asap kendaraan bermotor. Namun, masker saja saat motoran tidak cukup melindungi dari bahaya polusi dan partikel udara kotor penyebab sakit loh!

Ketua Tim Protokol dari Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Eka Ginanjar mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan gerakan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun. “Langkah 3M harus dilaksanakan,” kata Eka. Dia menekankan, 3M harus dipraktikkan secara masif oleh semua orang agar penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan sehingga jumlah korban dan potensi kerugian di berbagai sektor dapat ditekan.

Selain itu, penerapan 3M secara utuh juga dapat meminimalkan penyebaran virus, terutama bagi orang yang tidak menunjukkan gejala. Dengan memakai masker, misalnya, partikel virus yang tersebar akan semakin sedikit sehingga potensi penularannya pun berkurang. Ahli paru-paru dari Cleveland Clinic, Raed Dweik , an pemakaian masker bisa memblokir hembusan partikel udara dari individu yang kemungkinan terinfeksi Covid-19 namun tidak memiliki gejala. Dengan memblokir embusan partikel virus ke udara di sekitar, masker menjaga agar virus tidak menyebar. Selain itu, masker berfungsi sebagai penghalang fisik yang sangat membantu ketika kita batuk atau bersin.

Tindakan itu dapat menghalangi droplet atau tetesan air liur yang keluar dari hidung atau mulit sehingga tidak menyebarkan virus. Udara yang kita hembuskan saat bernapas mengandung tetesan air dari lapisan paru-paru yang membawa bakteri, virus, protein, metabolit, dan senyawa lain yang terlarut. “Ketika mereka memasuki udara, aerosol atau partikel udara yang kita hembuskan mulai mengering sehingga hanya menyisakan bahan terlarut,” ucap Dweik. Pemakaian masker bukan segalanya Meski pemakaian masker dapat melindungi dan mencegah penularan virus, alat kesehatan ini tidak akan efektif bila tidak dibarengi dengan menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Mantan kepala pengembangan intervensi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Gary Slutkin juga mengatakan, masker wajah tidak kedap udara. “Masker tidak kedap udara di sepanjang sisi dan sulit dipakai dengan benar. Virus masih bisa sampai ke kita melalui udara jika kita terlalu dekat,” ujar Slutkin. Jadi, kita tidak dapat benar-benar mengandalkan masker wajah semata. Masker dapat bertindak sebagai suplemen untuk langkah-langkah kesehatan lain yang kita ambil, tutur Aimee Ferraro, ahli epidemiologi. Ferraro mengatakan, dalam sebagian besar kasus, virus corona menyebar melalui tetesan pernapasan yang lebih besar yang dapat dihalau sebagian oleh semacam penutup mulut dan hidung.

“Selain itu, ada konsep pengurangan dampak buruk penyakit menular yang mengindikasikan penurunan dosis patogen memungkinkan tubuh kita lebih banyak waktu untuk mengembangkan kekebalan,” katanya. Artinya, masker wajah menawarkan cara untuk membantu mengurangi “dosis” virus corona yang ditularkan. Terakhir, mencuci tangan dengan sabun merupakan langkah penting untuk membunuh, merusak, dan mematikan virus corona yang berasal dari droplet dan menempel di tangan. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan, penularan Covid-19 secara tidak langsung paling banyak terjadi. Dia menjelaskan, penularan itu terjadi melalui benda di sekitar yang tercemar virus corona kemudian tersentuh tangan yang digunakan untuk menyentuh mulut, hidung, dan mata. Maka penularan itu sangat efektif. Mungkin kita bisa melindungi diri dengan memakai masker, tapi pencemaran pada benda di sekitar kita yang biasa kita sentuh harus diwaspadai,” ujarnya. Jadi walau sudah berasa terlindungi, memakai masker saja saat motoran tidak cukup melindungi kita sepenuhnya dari bahaya polusi dan partikel udara kotor penyebab sakit pernapasan.

Nah, sebenarnya ada lho solusi untuk kamu bisa terlindung ganda dari paparan udara kotor ini! Kamu bisa semprot QUIXX dulu sebelum pakai masker, yang bekerja aktif lindungimu. QUIXX adalah nasal spray dari Inggris yang kini hadir di Indonesia. Familiar dengan rasa tidak nyaman pemakaian nasal spray cair? Kabar baiknya adalah QUIXX berbentuk bubuk sehingga nyaman dipakai lho! Saat disemprot ke hidung, bubuk QUIXX akan berubah menjadi gel mukosa yang menempel dipermukaan lubang hidung yang mencegah partikel udara kotor, kuman dan bakteri “ terperangkap” di lini awal sehingga tidak masuk ke dalam saluran pernapasanmu. QUIXX terbuat dari bahan alami Hypercellulose Powder dan Peppermint yang telah teruji klinis. Cukup shake & pinch, bekerja cepat dalam 2 menit, QUIXX lindungi saluran pernapasan selama 6-8 jam dalam sekali pakai. Gunakan QUIXX agar terlindung ganda dari kuman, bakteri dan udara kotor selama mengendarai motor dan aktivitas lainnya.