Waspada 6 Sumber Pencemaran Udara dalam Ruangan

June 11, 2020
sumber: healthline

Pencemaran udara dalam ruangan tak boleh dianggap remeh, sumbernya pun berasal dari benda di sekitar. Jadi, apa saja sumber pencemaran udara dalam ruangan? Salah satunya, senyawa organik yang mudah menguap atau volatile organic compounds (VOC), misalnya gas yang dilepaskan oleh banyak produk rumah tangga. Gas tersebut dapat menyebabkan masalah seperti sakit kepala, mual, mata, serta tenggorokan yang teriritasi.

Polusi udara dalam ruangan mungkin sangat berbahaya bagi anak-anak, yang bernapas lebih cepat daripada orang dewasa dan menghirup lebih banyak udara. Ini terutama dapat memengaruhi bayi yang berada di dekat tanah selaku kontaminan berat menggantung di udara. Berikut sumber polusi lain dari dalam ruangan, seperti dilansir dari WebMD:[1]

1. Karpet yang memancarkan bahan kimia

Banyak orang mengeluh sakit kepala, kulit ruam, serta iritasi mata dan tenggorokan ketika karpet dipasang. Karpet, padding, dan perekat baru, mengeluarkan gas yang berpotensi berbahaya.  Jadi, pilihlah karpet yang rendah VOC. Kemudian, minta karpet dibuka beberapa hari sebelum digunakan. Jauhi karpet baru dari rumahmu selama karpet dibersihkan. Lalu, simpanlah karpet dalam ruang berventilasi baik setelah karpet selesai dipakai.

2. Cat

 Cat dapat memancarkan gas berbahaya. Saat mengecat di dalam ruangan, biarkan jendela terbuka selama beberapa hari hingga cat mengering. Cobalah untuk tidak menyimpan kaleng cat karena gas bisa bocor, bahkan dari wadah tertutup. Kalau kamu harus menyimpan cat, simpanlah di tempat yang berventilasi baik dan jauh dari ruang tamu utama rumah.

3. Asap teflon

Memasak dengan peralatan masak anti lengket dapat mengeluarkan asap beracun pada suhu yang sangat tinggi. Lapisan anti lengket seperti teflon memancarkan bahan kimia saat dipanaskan di atas panas saat suhu 500 derajat.  Jangan menggunakannya dalam oven yang sangat panas atau panaskan di atas kompor, dan selalu gunakan kipas angin. Sebagai gantinya, pertimbangkan untuk menggunakan panci dan wajan dari stainless steel.

 4. Souvenir Kerajinan Tangan

Aroma dari spidol, lem, dan perlengkapan seni lainnya dapat menyebabkan sakit kepala dan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Tanah liat polimer pun bisa melepaskan bahan kimia beracun ke udara. Bahkan beberapa barang yang terdapat penanda ‘tidak beracun’ mungkin mengandung pelarut yang berbahaya ketika dihirup.

 5. Produk pembersih

Bahan kimia yang ditemukan di beberapa pembersih rumah tangga bisa menjadi racun jika terhirup. Ketika disentuh, menyebabkan ruam dan mengiritasi saluran pernapasan. Ini khususnya berlaku bagi orang yang rentan terhadap masalah kulit atau pernapasan.  Beberapa produk dapat memperburuk alergi. Produk yang mengandung amonia dan klorin bisa sangat mengiritasi anak-anak yang mengidap asma. Coba bersihkan dengan air panas, soda kue, kain mikrofiber, dan produk pembersih yang kurang beracun.

 6. Asap rokok

Tinggal di rumah di mana seseorang merokok dapat membuat anak-anak lebih rentan terhadap infeksi telinga, pneumonia, bronkitis, dan batuk. Anak-anak dengan asma mungkin mengalami serangan yang lebih sering dan parah. Menghirup asap dapat menyebabkan asma pada anak-anak yang tidak pernah memiliki gejala sebelumnya. Asap pihak ketiga, yakni residu beracun yang melekat di pakaian, bantal, dan karpet bisa juga berbahaya bagi anak-anak. Terutama, ketika anak-anak bermain atau merangkak di lantai.

Maka dari itu, di tengah serbuan pencemaran udara ini, penting untuk selalu melindungi saluran pernapasanmu. Gunakan QUIXX Nasal Protection Spray untuk perlindungan utama pernapasan dari udara kotor. QUIXX adalah produk semprot hidung pertama di Indonesia yang berbentuk bubuk. Bekerja cepat melindungi tubuh dari bakteri, virus, polusi dan udara kotor di lini awal. QUIXX terbuat dari bahan alami dan telah teruji klinis. Cukup shake and pinch sebentar sebelum tidur, QUIXX yang bekerja langsung dalam 2 (dua) menit langsung melindungi napas selama 6-8 jam dari sekali pemakaian. Saluran pernapasan terlindungi dan membuat kualitas udara yang dihirup lebih baik. Stay safe, stay protected!


[1] https://www.webmd.com/children/ss/slideshow-indoor-air-quality